Search
  • Nizar Zulmi, Fimela

Ray Shareza Renungkan Hidup dan Mati di Lagu Sebelum Terlambat



Fimela.com, Jakarta Sempat dikenal sebagai vokalis band bergenre pop, Ray Shareza kini mengubah cara pandangnya di musik. Ia kini menggunakan nada dan lirik sebagai sarana untuk menyampaikan pesan religius.


Baru-baru ini ia hadir dengan single terbaru berjudul Sebelum Terlambat yang merupakan lanjutan dari perjlanan dakwahnya lewat musik. Single ini menjadi single ketiga Ray yang dirilis tahun ini, melanjutkan“Karena Allah” dan juga “Jika Cinta Allah.”


Sebelum Terlambat merupakan bentuk pertobatan seorang hamba kepada Sang Pencipta setelah mendapatkan hidayah dan menyadari bahwa kematian itu tidak dapat ditunda. Sehingga muncul rasa penyesalan dan takut jika dosanya tidak dapat diampuni oleh-Nya.


“Dia berada di satu titik start dengan keraguan bercampur kepastian. Ragu apakah dosanya bisa diampuni jika jumlahnya sebanyak buih di lautan. Ragu apakah dia bisa meninggalkan kecintaannya pada dunia. Sementara dia harus maju, kembali kepada Allah, bertaubat kepada Allah, sungguh-sungguh atau kaffah (secara sempurna) menjalani kehidupannya ke depan sebagai hamba Allah,” ungkap Ray.


Dibalik lagu


Lagu ini ditulis oleh Muhamad Ridwan dan aransemennya dipercayakan sepenuhnya kepada Wildan Poh. Wildan mengemas lagu ini dengan aransemen yang serasi dengan lirik yang disampaikan oleh mantan vokalis Nineball tersebut.


“Lagu ini sangat-sangat mengarah ke sana (mengingat kematian). Mengharapkan setiap pendengarnya, termasuk penyanyinya, penulisnya, dan semua orang yang mendengarkan lagu ini, agar mengingat kematian. Bukan untuk menakuti, tetapi sungguh orang yang mengingat kepada kematian itu dialah orang yang cerdas,” pungkasnya.

1 view0 comments